Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Wednesday, 15 March 2017


Soeara Rakjat, Nasional. Beberapa hari terakhir, netizen dihebohkan oleh sebuah cuitan di akun Twitter yang isinya menyamakan wajah penduduk pribumi dan Ketua MPR RI dengan foto manusia purba. Tulisan akun twitter @haloJakarta ini begitu viral di jejaring sosial.

Tak hanya gambar yang dinilai tak pantas. Bahkan pemilik akun ini menyertakan tulisan yang menyebutkan, warga pribumi terbelakang dan rasis. Kontan saja aksi berbalas tweet pun merebak di ranah Twitter dan kemudian meluas setelah para pengguna akun Facebook juga ikut membagi-bagikannya.

Awalnya, cuitan akun yang diyakini sebagai pendukung Ahok ini adalah untuk membalas statement Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, yang ditulis oleh akun resmi Info MPR.

Namun balasan akun @haloJakarta yang menyertakan gambar manusia purba dan tulisan yang menyebutkan pribumi terbelakang dan rasis ini menuai kegemparan.
Meski mungkin saja cuitan @haloJakarta ini sudah dihapus karena sulit untuk ditelusuri, namun capture atau tangkapan layar pemilik nick-name DP 0% Pembodohan ini sudah beredar luas.

Tak hanya netizen yang turut mengkritisi cuitan haloJakarta, bahkan Ketua MPR RI sendiri ikut angkat suara dalam persoalan ini. Zulkifli hasan bahkan menegaskan, dirinya tidak akan mempersoaljan cuitan ini secara personal. Namun tindakan atau proses hukum akan tetap diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Hingga saat ini, cuitan Ketua MPR yang menyebutkan akan mengambil tindakan masih menuai perdebatan. Salah satunya ditulis oleh pendukung Ahok yang mengamini cuitan @haloJakarta.
Namun demikian, cukup banyak netizen yang juga mendukung pernyataan Ketua MPR. Sebagian dari mereka bahkan mengait-ngaitkan persoalan ini dengan maraknya tenaga kerja asing yang masuk Indonesia dan sebagiannya ilegal.

Menariknya, ada seorang netizen yang menyalahkan sikap akun @haloJakarta yang dinilai menghina tanpa mengetahui pokok persoalan. Selain itu, netizen ini juga mengoreksi tulisan akun resmi Info MPR yang menyebut 'pengusaha pribumi'.

Padahal dalam video yang juga diunggah, Ketua MPR dengan jelas mengatakan pemerintah dalam hal ini Presiden RI harus mendahulukan kepentingan pengusaha lokal (bukan pribumi) di kabupaten atau daerah.

Lebih lanjut, netizen ini menyebut bahwa mereka yang menyerang pribadi Ketua MPR dan warga pribumi adalah orang-orang bodoh yang mudah terprovokasi tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. BDLVTM

Tuesday, 14 March 2017

H. Abraham Lunggana/Haji Lulung Fanspage.
Soeara Rakjat, Politik. Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, H. Abraham Lunggana atau yang lebih polpuler dengan sebutan Haji Lulung menegaskan, dirinya akan tetap mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam gelaran Pilkada DKI.

Haji Lulung sendiri dikabarkan dipecat oleh PPP versi Djan Farid karena perbedaan pilihan. Djan Farid adalah Ketua Umum PPP selain Romy Romahurmuzy. PPP dibawah kepemimpinan Romy sendiri dianggap yang memiliki legalitas karena mengantongi SK Kemenkumham RI.

Hingga saat ini, dualisme kepemimpianan dalam tubuh partai berlambang Ka'bah ini seolah tak pernah menemui titik terang. Selain kubu Romy yang memamg mengantongi SK resmi, kubu Djan Farid juga mengklaim sebagai kepengurusan PPP yang sah.

Polemik pun semakin meruncing jelang Pilkada DKI 2017, yang mana PPP kubu Romy mendukung pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni, sementara PPP versi Djan Farid mendukung total pasangan Basuki-Djarot. Meski demikian, dukungan Djan Farid untuk Ahok tidak didukung oleh kepengurusan PPP di DKI Jakarta.

Meski mengakui kepemimpinan PPP Djan Farid sebagai kepengurusan sah, namun PPP DKI di bawah komando Haji Lulung malah mendukung Anies-Sandi. Dalam putaran kedua nanti, Haji Lulung juga kembali menegaskan dukungannya untuk pasangan Anies-Sandi, dengan berbagai resikonya.

Haji Lulung menegaskan, dukungan terhadap Anies-Sandi sudah sesuai dengan prinsip dasar PPP sebagai partai Islam, yaitu Amar Ma'ruf Nahi Munkar atau menegakan kebenaran dan memerangi kebathilan. Atas dasar itulah Haji Lulung tetap mendukung Anies-Sandi.


Dikirim oleh Angel Setiawati pada 14 Maret 2017

Selain itu, Haji Lulung juga meminta maaf kepada masyarakat khususnya konsituen PPP atas dualisme kepemimpinan dalam DPP PPP saat ini. Dirinya juga berharap agar kepengurusan di pusat bisa kembali bersatu.

Sayangnya, keteguhan PPP DKI di bawah kepemimpinan Haji Lulung untuk tetap mendukung Anies-Sandi berujung pada pemecatan terhadap salah satu tokoh senior Laskar Jayakarta dan Pemuda Panca Marga ini,

Namun demikian, meski memiliki perbedaan pilihan diantara keduanya, Djan Farid sendiri memiliki cara pandang yang sama dengan Haji Lulung. Senada dengan Haji Lulung, Djan juga pernah mengatakan, PPP adalah partai Islam dengan slogan Amar Maruf Nahi Munkar. 


Dikirim oleh Mae Ilyas Wirjaya pada 26 Februari 2017


Monday, 13 March 2017

Hutomo Mandala Putera/foto Bloomberg.
Soeara Rakjat, Politik. Sekretaris Jenderal Partai Swara Rakyat Indonesia atau Parsindo Ahmad Hadari mengatakan, partainya telah mendapat restu untuk mengusung Hutomo Mandala Putra, anak mantan Presiden Soeharto sebagai calon presiden pada pemilu 2019. 

Partai yang sedang menjalani verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut juga telah berkomunikasi dengan Partai Berkarya, yang sama-sama mengusung Tommy Soeharto, sapaan Hutomo. 

"Sekitar tiga bulan lalu, kami (Parsindo) dipertemukan dengan Partai Berkarya oleh Tommy," kata Hadari saat dihubungi Tempo, Minggu, 12 Maret 2017. “Dia meminta kami menjadi satu partai. Parsindo menolak, tapi terbuka kemungkinan berkoalisi dengan Partai Berkarya atau partai lain yang juga mengusung Tommy Soeharto."

Hadari mengklaim, Parsindo telah bergerilya menggalang dukungan bagi Tommy Soeharto dengan mengandalkan kekuatan LIRA, lembaga swadaya masyarakat cikal bakal partainya. Saat ini, kata Hadari, Parsindo membonceng kekuatan LIRA yang tersebar di 34 provinsi dan 480 kabupaten/kota.

Parsindo, Hadari melanjutkan, juga menggunakan kekuatan massa dari sayap organisasi LIRA yang mewadahi anak muda, perempuan, pengusaha, atau kelompok lain. “Kami yakin, pemilu 2019 adalah pertarungan antara trah Soeharto melawan trah Sukarno di bawah Megawati Sukarnoputri, yaitu PDI Perjuangan,” ujarnya.

Pada Sabtu, 11 Maret 2017, keluarga Cendana mengadakan acara di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, yaitu haul Soeharto dan peringatan ke-51 Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). Acara ini dihadiri ribuan orang. Mereka berdoa sambil mengumandangkan salawat nabi.


Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh politik, seperti Prabowo Subianto, Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, dan Akbar Tanjung. Tamu undangan lain yang hadir antara lain Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Djarot Saiful Hidayat. Pada malam itu juga ada pidato pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. BDLV/TM


Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bertugas untuk memenangkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Terutama bagi kader yang merupakan anggota DPRD, DPR RI, serta menjadi Bupati, Wali Kota, dan Gubernur. Anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Charles Honoris mengatakan tiap anggota dewan telah diberikan wilayah pengampuan.

Charles sendiri, wilayah pengampuannya di Kecamatan Kebon Jeruk. "Jadi saya punya tugas untuk bisa memenangkan (Ahok-Djarot) di Kebon Jeruk," kata Charles, di Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017).

Tak hanya anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan DKI Jakarta, namun anggota dewan fraksi PDI-P dari seluruh Indonesia bertugas memenangkan Ahok-Djarot.

Selain itu, PDI-P juga menurunkan kadernya yang menjabat Bupati, Wali Kota, dan Gubernur untuk memenangkan Ahok-Djarot. "Jadi kepala daerah, seperti Bupati dan Wali Kota dari PDI-P datang ke Jakarta, serta pimpinan DPRD untuk bekerja demi kemenangan Ahok-Djarot," kata Charles.

Ada konsekuensi yang akan diterima tiap kader, jika Ahok-Djarot kalah di wilayah pengampuan. "Jadi itu nanti ada penilaian dari partai dan ibu Ketum (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri). Pastinya ada dan bisa menjadi bahan evaluasi kinerja kader," kata Charles, seperti ditulis Tribunnews.

Hasil Survei
Dari dua hasil survei yang diselenggarakan oleh lembaga survei Median dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas Ahok-Djarot menempati posisi kedua setelah pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 39,7 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 46,3 persen. Sedangkan 14 persen responden lainnya masih undecided atau menyatakan belum memutuskan.

Responden dalam survei ini sejumlah 800 warga DKI Jakarta yang mempunyai hak pilih. Survei dilakukan pada rentang waktu dari tanggal 21 sampai 27 Februari 2017, dengan margin of error sebesar plus minus 3,4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti menentukan sampel dalam survei ini dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi di seluruh kotamadya di Jakarta dan faktor gender. Sementara Sumber pendanaan survei berasal dari dana mandiri pihak Median.

Sedangkan berdasarkan survei LSI Denny JA terkait pasangan cagub-cawagub yang akan bersaing pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, elektabilitas Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinyatakan mencapai 49,7 persen, sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot 40,5 persen.

Adapun survei tersebut dilakukan pada periode 27 Februari sampai 3 Maret 2017 terhadap 440 responden dengan cara tatap muka. Metode yang digunakan yakni multistage ramdom sampling, dengan margin of error survei ini kurang lebih 4,8 persen. Survei diklaim dibiayai anggaran internal LSI. (Kompas) BDLV/TM

Zulkifli Hasan Ketua Umum DPP PAN/Detikcom
Soeara Rakjat, Politik. PAN sudah memutuskan mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua Pilgub DKI. Pernyataan dukungan akan disampaikan kepada publik pekan depan.

"Soal OK OCE, mudah-mudahan minggu depan kita akan deklarasi dukungan ke Anies-Sandi," ungkap Ketum PAN Zulkifli Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Maret 2017.

Seperti diketahui, PAN mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilgub DKI putaran pertama. Agus-Sylvi, yang juga diusung oleh Partai Demokrat, PKB, dan PPP, gagal masuk ke putaran kedua.

Menurut Ketua MPR ini, partainya akan mengundang Anies-Sandi saat deklarasi dukungan nanti. Sayangnya, Zulkifli tidak menyebutkan hari dan tanggal berapa dukungan akan diberikan. "Jadi minggu depan saya akan undang OK OCE, kita akan deklarasi, di kantor PAN," ujar Zulkifli seperti dikutip Detik.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah DPD PAN DKI juga telah menyatakan dukungannya untuk Anies-Sandi. Seperti DPD PAN Jakarta Timur, yang saat acara deklarasi juga dihadiri oleh cawagub DKI Sandiaga Uno.

"Aspirasi masyarakat serta kader PAN Jakarta Timur yang berkembang menginginkan DPD PAN Jakarta Timur untuk menentukan sikap yang jelas dan tegas pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Kami mendukung penuh pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno," kata Ketua DPD PAN Jaktim Johan Musyawa saat acara deklarasi, Senin (27/2).

Sementara Sandiaga sendiri menyampaikan dukungan tersebut merupakan takdir yang tertunda. Ia yakin dukungan yang diberikan akan menjadi momen kebangkitan Jakarta.

"Ini takdir yang tertunda, ternyata ceritanya agak sedikit berbelok. Tapi memang, walaupun jalannya berliku, tapi insyaallah ini jalan yang benar. Kita jadikan ini sebagai kekuatan pada pencoblosan putaran kedua nanti, untuk Jakarta yang lebih baik," ujar Sandiaga dalam kesempatan yang sama. BDLV/TM

Sunday, 12 March 2017

Fadli Zon bersama delegasi Korea Selatan/foto @fadlizon
Soeara Rakjat, Politik. Insiden penghadangan hingga pengusiran terhadap Djarot Syaiful Hidayat, masih saja menjadi perbincangan hangat publik terutama netizen di ranah maya. Cawagub DKI 2017 yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini mengalami peristiwa tak mengenakan saat menghadiri sebuah acara di Masjid At-Tin, TMII.

Djarot sendiri datang ke Masjid At-Tin untuk menghadiri acara Dzikir dan Shalawat Untuk Negeri yang didedikasikan untuk memperingati 51 Tahun Supersemar, sekaligus juga Haul HM. Soeharto. Saat memasuki Masjid inilah sebagian dari jamaah yang hadir sempat menghalau dan meneriaki Djarot.

Tentu saja peristiwa ini menjadi sorotan dan cukup menyita perhatian publik. Terlebih, insiden pengusiran terhadap Djarot juga terekam dalam beberapa video yang kini tengah beredar dan menjadi viral di jejaring sosial.

Kontroversi dan perdebatan terkait insiden ini juga merebak di berbagai forum sosial di ranah internet. Meski sebagian menyayangkan peristiwa ini, namun sebagian besar lainnya juga malah menyebut insiden yang dialami Djarot adalah hal yang biasa.


Mohon bersabar ini ujian 😜😜 Hadir di Shalawat Untuk Negeri , Djarot Diusir Jamaah Masjid At Tin 😂😂😎
Dikirim oleh Angel Setiawati pada 11 Maret 2017


Fadli Zon salah satunya. Melalui akun Twitternya, Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi Gerindra  ini menilai, penolakan yang dialami Djarot adalah hal wajar karena yang bersangkutan adalah pasangan atau Cawagub Ahok dalam Pilkada. Sementara menurutnya, Ahok sendiri adalah terdakwa kasus penistaan agama.
Apa yang ditulis Fadli tentu saja mendapat dukungan dari banyak netizen meski tak sedikit pula para pengguna akun twitter yang mengkritisi apa yang diungkap oleh Fadli Zon ini. BDLV/TM

Thursday, 9 March 2017

Presiden Jokowi bertemu dengan SBY/foto Kepresidenan
Soeara Rakjat, Kamis 9 Maret, rakyat Indonesia disuguhi pemberitaan yang cukup mengejutkan namun juga menyejukan. Pesiden Joko Widodo bertemu dengan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), begitulah headline media-media nasional.

Pertemuan ini juga terbilang sangat menarik karena sebelumnya dikabarkan betapa sulitnya mempertemukan keduanya. 

Saat Jokowi menggelar pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu, kabarnya SBY dan Jokowi juga ingin saling bertemu. Namun SBY mengaku mendapat informasi, ada beberapa orang yang menghalangi Jokowi untuk bertemu dengan dirinya.

"Tetapi, dilarang dua, tiga, orang di sekeliling beliau. Dalam hati saya, hebat juga yang bisa melarang Presiden kita untuk bertemu sahabatnya yang juga mantan pesiden," ungkap SBY.


Menunya apa tadi ..... #tanya ada #tongkolnya gaa
Dikirim oleh Angel Setiawati pada 9 Maret 2017

Selain membahas kondisi dan persoalan nasional, tentunya pertemuan antara Presiden Jokowi dan SBY juga diharap bisa menyejukan situasi yang belakangan ini sedikit memanas pasca Pilkada serentak 2017. Pertemuan ini juga diharapkan bisa 'meredam' gejolak Pilkada terutama di DKI dalam putaran dua para April nanti.

Publik tentunya menginginkan suasana Pilkada khususnya di DKI berjalan damai dan sejuk tanpa diwarnai insiden-insiden yang bisa memicu ketegangan, seperti salah satunya kasus Iwan Bopeng yang sangat mengehebohkan.

Kasus Iwan Bopeng juga bahkan menjadi isu nasional karena ucapannya soal 'potong tentara' begitu viral dan fenomenal.

Ahok dan Tim Pemenangan Menggelar Pertemuan Tertutup dengan Ketua KPUD dan Bawaslu:
Selang beberapa jam di tempat terpisah, terjadi pula sebuah 'pertemuan tertutup' dengan bahasan dan agenda yang berbeda.

Cagub DKI Basuki Tjhaja Purnama menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti. Pertemuan ini juga diikuti tim sukses Ahok dan berlangsung di Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis, 9 Maret 2017 sore.

Ketua KPUD dan Bawaslu hadiri rapat internal Ahok-Djarot
Menurut juru bicara tim pemenangan Ahok, pertemuan internal atau 'rapat tertutup' partai-partai pendukung Basuki-Djarot ini tertutup dari media. Namun demikian rapat ini justeru dihadiri oleh Ketua KPUD dan Ketua Bawaslu.

Ketua KPUD DKI Sumarno sendiri merasa sangat kaget dan tak menyangka kalau di loby hotel sudah banyak awak media yang berkumpul. Sumarno yang datang sekitar pukul 15.35 WIB, lantas mengatakan, "Tahu saja sih (media). KPUD diundang, ini diskusi saja. Persiapan putaran kedua."

Anehnya, meski menurut Tim Pemenangan Ahok rapat internal ini tertutup untuk media, namun Ketua KPUD DKI sendiri malah menyebut acara ini adalah rangkaian dari persiapan Pilkada putaran dua.

Lebih lanjut, meski menegaskan itu adalah bagian dari persiapan putaran dua, namun Ketua KPUD sendiri mengaku tidak tahu agenda yang akan dibahas nantinya. "Nggak tahu (agendanya apa), orang saya diundang. Ini ada Bu Minah Susanti, Ketua Bawaslu. Terkait persiapan putaran kedua," kata Sumarno.

Peristiwa ini juga mengingatkan publik atas peristiwa serupa yang terjadi pada 2014 lalu. Pertemuan KPUD DKI dengan Timses Ahok mengulangi kejadian bertemunya KPU dengan Timses Jokowi-JK dalam Pilpres 2 tahun silam.

Kehadiran Ketua KPUD dan Bawaslu DKI dalam 'rapat internal' tim pemenangan Ahok tentunya mengundang sejuta tanda tanya? Publik khususnya netizen di ranah maya pun menjadi terheran-heran dan tak sedikit dari mereka yang lantas menerka-nerka, ada apa? BDLV/TM

Tuesday, 7 March 2017

Shafa Sabila Fadli feat Fadli Zon.
Soeara Rakjat, Selebrita. Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi Gerindra Fadli Zon, ternyata memiliki bakat seni yang luar biasa. Politisi yang kerap bersuara lantang saat mengkritisi kebijakan pemerintahan ini ternyata memiliki suara yang cukup merdu sekaligus intonasi yang sangat baik saat dirinya menyanyi.

Selama ini, Fadli memang dikenal sangat piawai menulis dan membacakan puisi. Dalam berbagai kesempatan, Ia sering membacakan puisi-puisi dengan tema, penghayatan sekaligus penjiwaan yang sangat baik. Mayoritas puisi yang kerap dibacakan Fadli adalah sebagai bentuk kritik sosial atas berbagai peristiwa yang terjadi di republik ini.

Namun demikian, tak cukup banyak orang yang tahu ternyata Fadli Zon juga sangat mahir dan merdu saat bernyanyi. Bahkan dalam sebuah video, Fadli nampak menyanyikan sebuah lagu klasik berjudul O' Sole Mio, dengan berduet bersama putrinya, Shafa Sabila Fadli.

Menurut pengunggah video ini, yaitu Agi Betha yang mengatakan, memang tak banyak orang tahu kalau Fadli juga mahir bernyanyi selain dari membaca puisi. Menurutnya, sosok politisi yang mencintai dunia seni terbilang sangat jarang dan Fadli Zon adalah salah satunya.


Dikirim oleh Agi Betha pada 24 Februari 2017

Meski tak disebutkan kapan dan dimana video tersebut direkam, namun beredarnya video Fadli Zon dan putrinya ini tetap saja berhasil menyita perhatian para netizen di ranah sosialita.

Selain video duet Fadli dan putrinya, ada sebuah video lain yang menayangkan seorang perempuan cantik nan jelita sedang bernyanyi yang tak lain adalah putri Fadli Zon sendiri, Shafa Sabila.

Bahkan saat bernyanyi solo, Shafa Sabilla terlihat memiliki power vocal yang cukup kuat dan cengkok yang khas. Tentunya ini menjadi sisi lain kehidupan keluarga Fadli sebagai seorang politisi. Sosok seorang politisi yang selama ini terkesan 'sangar' pun seolah sirna saat Fadli Zon dan puterinya bernyanyi. BDLV/TM


Dikirim oleh Agi Betha pada 24 Februari 2017

Saturday, 25 February 2017


Soeara Rakjat, Pilkada. Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut dua, Rano-Embay mendesak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang menghentikan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara di KPUD Kota Tangerang. Mereka bahkan ramai-ramai menggruduk kantor Panwaslu dan KPUD Kota Tangerang, Kamis (23/2).

"Sudah ada laporan pelanggaran yang jelas, kami ingin Panwaslu menghentikan pleno rekapitulasi di KPUD Kota Tangerang sekarang juga" kata perwakilan tim Rano-Embay, Ananta pada musyawarah di Kantor Panwaslu Kota Tangerang.

Menurut Ananta, Panwaslu harus bersikap adil dan tidak bersembunyi dalam normatif dengan sengaja mengulur waktu proses penyelesaian pelanggaran.

"Total ada 18 laporan yang diberikan, harus hari ini juga diselesaikan. Di musyawarah tadi, ketua Panwaslu berjanji akan mengumumkan pada jam 15.00 WIB. Jika tidak dipenuhi, kami akan menghentikan pleno secara paksa bersama massa yang ada," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, massa pendukung Rano Karno-Embay Mulya Syarief menggeruduk kantor Panwaslu dan KPU Kota Tangerang, Kamis (23/2). Mereka tiba sekitar pukul 12.18 WIB dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan juga TNI yang sudah siap berjaga-jaga di lokasi aksi demonstrasi.

Mereka meminta agar pihak Panwaslu segera memutuskan hasil pelaporan tindak kecurangan dalam Pilgub Banten di Kota Tangerang.

Ketua Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan, dirinya belum berani memutuskan hasil laporan dari Tim Pemenangan calon Gubernur Rano - Embay terkait pelanggaran pelaksanaan Pilkada Banten tersebut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap laporan yang sudah diberikan tim pemenangan Rano - Embay kepada kami beberapa waktu yang lalu. Semoga pada pukul 15.00 hari ini sudah ada hasil keputusannya," ujar Agus di kantornya seperti dikutip Merdeka. BDLV/TM

Thursday, 23 February 2017

Fadli zon sindir pemerintahan karbitan dan kekacauan http://www.sorak.in
Fadli Zon, politisi Gerindra Wakil Ketua DPR RI/foto Detik.
Soeara Rakjat, Politik. Politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, kembali membuat gebrakan untuk para netizen di Indonesia. Fadli kembali menggagas sebuah lomba baca puisi yang masih berkaitan erat dengan masalah penistaan yang belakangan marak terjadi di Indonesia.

Kali ini, Fadli Zon menggelar Lomba Baca Puisi berjudul Sajak Sang Penista yang merupakan sebuah puisi yang ia ciptakan sendiri. Fadli mengajak para netizen untuk berlomba membaca puisi ciptaannya tersebut. Selain itu, Ia juga menyediakaan hadiah uang tunai bagi pembaca puisi yang mendapat penilaian terbaik.

Melalui akun Twitternya @fadlizon, Fadli menyebutkan, siapa saja bisa mengikuti lomba ini dengan cara merekam dan mengunggahnya ke situs youtube. Berikut tata cara mengikuti Lomba Baca Puisi Sang Penista yang ditulis oleh Fadli:
Bagi para peserta yang dinilai menjadi pembaca puisi terbaik atau juara pertama akan disediakan uang tunai sebesar Rp 10 juta. Sementara juara ke-2 Rp 7,5 juta, dan juara ke-3 akan diganjar sebesar Rp 5 juta. Sedanglan juara favorit akan diberi hadiah sebesar Rp 2,5 juta.

Peserta Lomba Baca Puisi 'Sajak Sang Penista' sudah bisa mengunggah video ke akun youtube masing-masing sejak tanggal 20 Februari pada pukul 00.00 WIB, hingga berakhir pada 31 Maret 2017 pukul 00.00 WIB. Setelah itu, link youtube peserta bisa dikirim ke alamat email yang tertera. BDLV/TM


Wednesday, 22 February 2017



Soeara Rakjat, Pilkada. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harus menerima kenyataan, 44 calon yang diusungnya gagal menjadi pemenang pilkada serentak 2017. Cukup banyak kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri yang semula diprediksi menang akhirnya tumbang.

Selain nama-nama yang sudah beken dan juga menjadi calon petahana seperti Rano Karno di Banten, di Sumatera Utara, yakni di Pilkada Tapanuli Tengah, jagoan PDIP yakni AMIN Pardomuan Napitupulu, SH, MH dan Drs. Ramses Hutagalung, MM juga tumbang. 

Seperti dipublikasi Tribunnews, berdasar pada data sementara yang dirilis oleh situs kpu.go.id, berikut 44 Calon yang diusung PDIP yang dinyatakan sementara kalah dalam pilkada serentak. 

1. Kabupaten Kepulauan Yapen ,Papua, calon yang diusung PDIP adalah Benyamin Arisoy, S.E., M.Si. dan Drs. Nathan Bonay, M.Si. 

2. Kota Jayapura, Papua calon yang diusung adalah Jansen Monim, ST. MM dan H.Abdul Rahman Sulaiman, SE 

3. Halmahera Tengah, Maluku Utara, calon yang diusung adalah Muttiara T Yasin, S.E.,dan M.Si. dan Kabir Kahar, S.Ag. 

4. Kota Ambon, Maluku calon yang diusung adalah Drs Paulus Kastanya, M.Si dan Muhamad Armyn. S. Latuconsina, ST. MT 

5. Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku calon yang diusung adalah Drs. Moh. Yasin Payapo, M.Pd dan Timotius Akerina, SE, M.Si 

6. Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan calon yang diusung adalah H.Burhanuddin B, S.E.,Ak., M.Si dan H. M. Natsir Ibrahim, S.E 

7. Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah calon yang diusung adalah Hery Ludong, ST dan Adjumain Lumbon, S.Sos 

8. Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara calon yang diusung adalah Kasra Jaru Munara dan Man Arfah

9. Kota Kendari, Sulawesi Tenggara calon yang diusung adalah Drs. Mohammad Zayat Kaimoeddin, M.Si. dan Suri Syahriah Mahmud, S.E., M.M.
123

Sunday, 19 February 2017

Tentara Nasional Indonesia/foto VIVA.
Soeara Rakjat, Politik. Dalam proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta pada Rabu (15/2) kemarin, sempat terjadi beberapa keributan. Salah satu keributan yang viral di media sosial yaitu video pria berbaju kotak-kotak yang menghina tentara. Dalam video tersebut, pria tersebut berucap 'potong tentara'.

Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Heri Prakoso mengatakan bahwa pria tersebut mungkin pernah bekerja sebagai penjahit baju tentara. "Mungkin dia dulu pernah kerja jadi penjahit tentara, jadi potong-potong bahan," ujar Heri saat dihubungi pada Jumat (17/2).

Namun, diketahui pria baju kotak-kotak tersebut sudah meminta maaf lewat sebuah video atas ucapan cerobohnya tersebut. Heri juga mengaku sudah melihat video tersebut. "Kan ada videonya yang bersangkutan minta maaf," ujar Heri.

Kendati demikian, Heri tetap mengimbau kepada pria tersebut atau semua lapisan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata. "Agar lebih hati-hati lagi, mulutmu harimaumu, apalagi tentara kan alat negara, mesti sama-sama dijaga kehormatannya," kata dia.

Heri membantah isu yang beredar bahwa pria kotak-kotak tersebut sempat diamankan oleh Polisi Militer dan babak belur. Apalagi, kata dia, dalam video permintaan maaf tersebut wajah pria itu tidak terdapat luka.

"Enggak (tidak ditahan). Kalau di videonya mulus-mulus saja tuh. Tapi modelnya sudah babak belur memang kok. Coba saja lihat videonya yang marah-marah di TPS," tegasnya kepada Republika
      Viral Iwan:
Seperti diketahui, saat ini beredar video pria berbaju kotak-kotak di Youtube, yang merupakan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Jakarta. Dalam video di Youtube berjudul “Pria Baju Kotak-Kotak Ngamuk, Tentara Aja Gua Potong Disini Apalagi Lo!!” terlihat pendukung Ahok mengucapkan ancaman terhadap tentara.
“Tu anak siapa itu anak kecil tadi eh. Tentara gua potong di sini, apalagi elu ye,” kata pria berbaju kotak-kotak tersebut. BDLV/TM

Thursday, 16 February 2017

Ade Armando, Dosen dan Pengamat Politik.
Soeara Rakjat, Selebrita. Pilkada DKI 2017, masih terus menyelesaikan tahap akhir penghitungan suara. Hingga saat ini, KPU masih menayangkan hasil perolehan suara secara real-time di websitenya. Hasilnya, tak ada satupun pasangan calon yang berhasil meraih suara sebanyak 50%+1 suara. Untuk sementara, Pilkada DKI diyakini berjalan dua putaran.

Pasangan Anies-Sandi dan Basuki-Djarot, hingga kini masih menempati posisi teratas dan berpeluang untuk bertarung secara head to head di putaran dua. Sementara pasangan Agus-Sylvi yang memperoleh sekitar 17% suara berada di posisi paling bawah. Dengan lapang dada, Agus Yudhoyono pun mengakui kekalahannya. Agus bahkan langsung memberi selamat kepada pasangan Anies-Sandi maupun Basuki-Djarot.

Tentunya sikap Agus yang sangat gentlement ini direspon sangat positif oleh semua pihak. Publik maupun netizen di jejaring sosial pun menaruh hormat dan simpati yang mendalam. Tak hanya dari para pendukung dan pengagumnya, penghormatan untuk Agus juga datang dari para komparator politiknya.

Ade Armando salah satunya. Loyalis dan relawan Ahok-Djarot ini bahkan menyebut bahwa sikap Agus adalah sebuah teladan bagi generasi muda Indonesia. Meski sebelumnya sering melontarkan pernyataan yang membully AHY, namun melalui laman Facebooknya Ade kali kini menulis:
Meski sebagian netizen mengamini pernyataan Ade, namun sebagian besar lainnya malah mempertanyakannya. Menurut netizen, sikap Ade yang terkesan mendadak suka AHY ini sedikit janggal. Pasalnya, belum lama ini Ade Armando sendiri menyebut bahwa Agus Yudhoyono adalah Calon Gubernur kualitas KW. BDLV/TM

Friday, 10 February 2017

Ade Armando, dosen dan pengamat politik.
Soeara Rakjat, Politik. Ade Armando, seorang dosen dan pengamat politik yang juga pendukung militan Ahok-Djarot kembali membuat kehebohan di kalangan netizen. Melalui akun jejaring sosial Facebook, Ade Armando kembali membuat pernyataan atau ungkapan yang dinilai menghina Calon Gubernur DKI 2017.

Peneliti SMRC yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka karena ucapannya yang menyebut Tuhan bukan orang Arab ini kembali membuat kegaduhan dan kegemparan di jagat maya. Kali ini, Ade menyoroti Aksi 112 dan keikutsertaan Anis-Sandi dan juga Agus Harimurti Yudhoyono di dalamnya.

Dalam pernyataannya, Ade bahkan menyebut bahwa Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan adalah calon gubernur kualitas KW. Bahkan karena Anies dan Agus terlihat ikut berdzikir bersama umat Islam di Istiqlal dalam Aksi 112, Ade mengatakan bahwa keduanya sedang mendadak menjadi orang yang sholeh.

"Para calon Gubernur kualitas KW berzikir bersama. Judulnya: Mendadak Soleh," tulisnya melalui akun Ade Armando.

Keruan saja apa yang diungkap oleh Ade Armando ini menuai perdebatan serius. Cukup banyak netizen yang sangat menyayangkan sikap Ade yang merupakan seorang dosen tapi tidak bisa menyikapi sebuah perbedaan. Tuduhan Ade yang menyebut Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono sebagai calon Gubernur kualitas KW ini telah membuat banyak netizen merasa geram.

Selain itu, netizen juga mempertanyakan tuduhan Ade yang mengatakan Anies dan Agus mendadak menjadi soleh. Menurut mereka, sebagai calon pemimpin muslim Anies dan Agus sudah sepatutnya untuk turut mendukung aspirasi umat Islam. 

Sebagai seorang dosen, sudah seharusnya Ade Armando mampu membuat pernyataannya lebih sejuk dan tenang dan bukannya memprovokasi dengan ungkapan yang menyulut emosi. Perbedaan cara pandang dan politik, tentunya bisa disikapi dengan lebih bijak dan elegan. BDLV/TM

Thursday, 9 February 2017

Aan Setiawan, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PDI Perjuangan/foto istimewa Sindo.
Soeara Rakjat, Politik. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PDI Perjuangan, Aan Setiawan dibebastugaskan. Salah satu pertimbangan Aan digeser karena yang bersangkutan tertangkap tangan berjudi bersama empat anggota DPRD Kabupaten Cirebon lainnya oleh Polda Jawa Barat di salah satu kamar hotel di Bandung pada Juli 2016.

Pembebasan tugas Aan dipastikan melalui surat dari DPP PDI Perjuangan. Dalam surat tersebut, Aan dicopot dari keanggotaan DPRD Kabupaten Cirebon masa bakti 2014-2018.

Aan juga dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon masa bakti 2015-2020. Tak hanya itu,  Dia juga dilarang melakukan kegiatan dan menduduki jabatan apa pun dengan mengatasnamakan PDI Perjuangan.

"Kami sudah terima surat berisi pemberian sanksi, berupa pembebasan tugas kader atas nama Aan Setiawan," ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon yang juga Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mustofa, Rabu (8/2/2017).

Mustofa memastikan, keputusan itu telah final, melalui surat keputusan yang ditandantangi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristyanto. Aan pun telah menerima surat tersebut. "Surat keputusan itu sudah kami berikan kepada yang bersangkutan," tegasnya.

Terpisah, Aan mengaku syok menerima surat pembebasan tugas dari DPP PDI Perjuangan. Apalagi sejak kasusnya bergulir Juli tahun lalu, belum pernah sekalipun dipanggil DPC maupun DPD PDI Perjuangan untuk klarifikasi. 

"Saya syok dengan munculnya surat DPP karena belum pernah diklarifikasi," ungkap Aan Setiawan seperti ditulis Sindo.

Dia pun mempertanyakan mekanisme yang selama ini ditempuh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon terkait kasusnya itu. Aan bahkan meminta DPP meninjau ulang keputusannya. BDLV/TM

Wednesday, 8 February 2017


Soeara Rakjat, Politik. Kepala BNP2TKI yang juga mantan Ketua GP Ansor, Nusron Wahid menghadiri acara istighosah kebangsaan warga Nahdliyin DKI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Nusron mengingatkan agar anggota NU tidak terprovokasi.

"Jangan sampai terprovokasi, jangan sampai benci sesama yang tidak memilih Pak Basuki (Ahok) jangan dibenci yang memilih Pak Basuki pun jangan dibenci," kata Nusron seperti dikutip Merdeka, Minggu, 5 Februari 2017.

Dia juga mengingatkan jelang Pilgub DKI Jakarta, 15 Februari nanti siapa pun pilihan pasangan calon pemimpin Jakarta tetap harus menjaga keutuhan keberagaman. "Insya Allah pilihan kita kalau enggak mau ramai-ramai kita jaga kebersamaan, kita jaga kebhinekaan," tukasnya yang disambut antusias jemaah yang hadir.

Dalam acara istighosah politik kali ini, selain Nusron, Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok turut hadir. Selain Ahok, tidak ketinggalan ketua umum PPP kubu Djan Faridz juga menyemarakan istigasah malam ini.

Meski istighosah Kebangsaan ini mengatasnamakan warga NU, namun PWNU DKI sendiri membantah terlibat dalam istighosah politik yang digagas oleh beberapa tokoh tersebut.

Sebelumnya, beberapa tokoh dan juga mayoritas warga NU merasa sangat tersinggung saat Rois Am NU, KH. Ma'ruf Amin dicecar beberapa pertanyaan dan terkesan dipojokan saat bersaksi  dalam persidangan kasus penistaan Al Qur'an surat Al Maaidah 51.
Peristiwa ini menuai reaksi cukup keras dari sejumlah tokoh NU. Bahkan secara terang-terangan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj mengungkapkan rasa kekecewaanya tesebut. BDLV/TM

Powered by Blogger.

Popular Posts

Blog Archive