Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Monday, 27 February 2017



Soeara Rakjat, Selebrita. Dunia maya tengah dihebohkan dengan berita seputar sosok misterius di meja rapat Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan Jokowi dengan pihak Madame Tussauds Hong Kong (MTHK) di ruang kerja kepresidenan Istana Negara, Jakarta Pusat, muncul bayangan misterius di meja rapat. 

Foto yang dilihat oleh Grid.ID ini diambil dari halaman akun Madame Tussauds Hong Kong (MTHK). Di meja presiden terlihat ada bayangan seseorang yang seharusnya tidak ada di sana. 

Ternyata setelah foto ini dilihat oleh para ahli fotografi, terdapat penjelasan yang masuk akal. Salah satunya adalah Arbain Rambey yang sudah cukup lama menjadi fotografer untuk Kompas. "Sosok itu sepertinya hasil dari olah foto yang menghilangkan hal yang dianggap bisa mengganggu, namun kurang teliti," ungkap Arbain Rambey. 

"Dalam dunia jurnalistik, ‘pembersihan’ seperti itu banyak dilakukan dan biasanya teliti." tambah Arbain, kepada  Tribunnews.

Kasus ini mirip dengan apa yang terjadi pada fotografer kondang dari National Geographic, Steve Curry. Di mana ia kedapatan melakukan olah digital yang kurang teliti. 

Pemred Digital Camera Indonesia, Yuliandi Kusuma juga menyatakan hal yang sama lewat akun Facebooknya. "Foto refleksinya lupa dihapus di Photoshop. Aslinya yang dihapus memang ganggu banget kalo nggak dihilangkan" ujarnya. 

Ketika Grid.ID melakukan konfirmasi ke pihak istana, salah satu fotografer resmi presiden yaitu Agus Suparto menyatakan bahwa foto tersebut berasal dari jepretan hp rombongan Maddam Tussauds Hong Kong. Jadi, kemungkinan besar pihak Maddam Tussauds yang lalai saat mengolah foto tersebut. 

Lalu siapakah sosok misterius tersebut?
123

Sunday, 26 February 2017

Presiden Jokowi, Tanwir Muhammadiyah Ambon/foto Sindo.
Soeara Rakjat, Risalah Islam. Presiden Jokowi, pada Jumat, 14 Februari 2017, membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku. Jokowi berharap Tanwir menghasilkan gagasan untuk kemajuan. "Selamat melangsungkan Tanwir. Semoga bisa menghadirkan gagasan berkemajuan untuk menghadirkan bangsa yang berdaulat dan berkeadilan," kata Jokowi dalam sambutannya di Islamic Center Ambon, Maluku.

Jokowi hadir sekitar pukul 10.00 WIT dengan mengenakan batik berwarna cokelat dan peci hitam. Tampak hadir Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPR Setya Novanto.

Jokowi menyebut Muhammadiyah bisa menjadi kekuatan transformatif lewat jalur pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial lain yang selama ini dilakukan. "Misi Islam berkemajuan ini harus dijaga terus. Kalau momentum ini kita jaga terus, gotong-royong, bisa menjadikan masyarakat yang maju, beradab, berdaulat, dan berkeadilan," ujar Jokowi

Terkait pemerataan ekonomi untuk membawa kedaulatan dan keadilan, Jokowi mengatakan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi. Pada tahap awal, ada tiga fokus yang menjadi perhatian pemerintah.

"Pertama, reformasi agraria dan re-retribusi aset. Kedua soal akses keuangan dan permodalan. Ketiga, peningkatan sumber daya manusia," papar Jokowi.

Soal reformasi agraria, Jokowi ingin setiap rakyat Indonesia memiliki sesuatu yang berharga dalam hidupnya, yaitu sebidang tanah. Tidak main-main, pada tahun ini Jokowi menargetkan 5 juta sertifikat baru yang akan dikeluarkan.

"Kita mau semua rakyat punya sesuatu yang berharga, yaitu sebidang tanah. Tanah permulaan segalanya. Dengan catatan, lahan harus produktif dan nggak bisa dijual lagi. Kuncinya di situ," sebut Jokowi, seperti dikutip Detik.com.

Meski demikian, pidato Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut belakangan menjadi perbincangan hangat para netizen. Ada beberapa netizen yang lantas mengunggah video pidato Presiden Jokowi seperti yang diunggah seorang pengguna Instagram ini.
Tidak jelas siapa pemilik asli video ini, namun belakangan video tersebut banyak diunggah baik di jejaring sosial maupun situs berbagi video youtube. Video ini pun langsung viral karena ramai dibagi-bagikan. BDLV/TM

Presiden Jokowi saat berada di New South Wales/foto @Jokowi.
Soeara Rakjat, Selebrita. Sejak kemarin, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan sedang berada di Australia. Jokowi berada di negeri Kanguru untuk bertemu dengan para pemimpin di negara tersebut guna mempererat beragam kerjasama yang selama ini telah terbina.

Selain bertatap muka dengan para tokoh dan pejabat di Australia, seperti biasanya Jokowi akan meluangkan waktu santainya untuk hal-hal yang ringan salah satunya foto selfie. Kali ini, Jokowi sendiri yang diajak selfie oleh Perdana Menteri Australia.

Selain di akun Facebook, Jokowi juga mengupload momen selfie dirinya dengan Turnball di akun Twitter. Baik PM Australia yang didampingi istrinya, nampak pula Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang turut mendampingi Jokowi.

Melalui akun @Jokowi, ia pun menulis, "PM Malcolm Turnbull dan Ibu Lucy Turnbull menerima kami dengan kehangatan dan persahabatan."
Presiden Jokowi memang dikenal sangat menggemari foto selfie. Berbeda dengan presiden Indonesia sebelumnya yaitu SBY, Jokowi adalah Presiden RI yang terlihat paling sering melakukan foto selfie. BDLV/TM

Friday, 24 February 2017

Presiden Jokowi saat mengenakan pakaian adat/foto setkab.go.id
Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Joko Widodo, kembali melakukan kunjungan kerja untuk yang kedua kalinya ke Maluku. Saat berada di Maluku, Jokowi kemudian dianugerahi gelar adat kehormatan, yaitu "Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku" bertempat di Kristiani Center Ambon, Maluku pada Jumat 24 Februari 2017.

Pemberian gelar kehormatan adat tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy. Jokowi pun langsung mengenakan jubah kebesaran, kain, ikat pinggang, kain bahu, mahkota kebesaran dan pemberian tongkat adat kehormatan. Dengan pakaian adat tersebut, Jokowi digambarkan sebagai pemimpin yang peduli dengan kesejahteraan rakyatnya.

Penganugerahan gelar adat kepada Presiden Jokowi sendiri berdasar pada keputusan majelis adat Maluku yang terdiri atas para tetua adat Latupati. Jokowi pun menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat dan para tetua adat Maluku kepada dirinya.

"Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab untuk memajukan Maluku, untuk menyejahterakan rakyat Maluku," ujar Presiden seperti diungkap Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Selain itu, Jokowi juga mengungkapnya melalui akun jejaring sosial miliknya. Melalui akun @Jokowi, Mantan Walikota Solo ini lantas berujar:
Beberapa waktu lalu, Presiden juga menerima gelar kehormatan serupa saat dirinya berkunjung ke Danau Toba, Sumatera Utara. Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga mengenakan pakaian adat dan tongkat kebesaran sebagai tanda penghormatan. BDLV/TM

Presiden Jokowi saat mensosialisasikan Kartu Sakti.
Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Jokowi, kembali akan mengenalkan sebuah kartu sakti untuk masyarakat Indonesia. Setelah beberapa kartu sakti seperti KIS dan KIP sebelumnya diluncurkan, kini pemerintah akan merilis kartu baru khusus untuk masyarakat kurang mampu atau berdaya beli rendah.

Berbeda dengan kartu-kartu sebelumnya yang difokuskan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, kartu sakti Jokowi kali ini dikhususkan dalam bidang ekonomi khususnya sembako atau kebutuhan pokok.

Nantinya, setiap warga yang berhak menerima kartu tersebut akan bisa menukar saldo yang tercantum dengan beras dan kebutuhan lain. Melalui akun jejaring sosial Twitter, Jokowi lantas mensosialisasikan program barunya tersebut.

Sebelumnya, Jokowi juga menyebutkan bahwa masyarakat pemegang Kartu Keluarga Sejahtera bisa menukar saldo yang ada di tempat-tempat yang telah ditunjuk seperti warung maupun toko. Menurut Presiden, program ini mendapat dukungan penuh dari Perum Bulog.
Lebih lanjut,  Jokowi menyebut setiap pemegang Kartu Keluarga Sejahtera akan menerima bantuan sebesar Rp 110.000 per bulan. Sementara distribusi kartu sakti ini sendiri akan dilakukan secara bertahap dan tidak semua warga yang berhak akan langsung menerimanya.

Meski demikian, tak sedikit pula netizen yang mempertanyakan realisasi dari program ini nantinya. Karena menurut sebagian mereka, masih cukup banyak masyarakat yang berhak namun masih belum menerima KIS ataupun KIP. BDLV/TM

Wednesday, 22 February 2017

Presiden Jokowi saat meninjau Kapal Tol Laut di Ambon/foto @Jokowi.
Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo (Jokowi), kembali mengungkap rasa optimisnya akan harga-harga kebutuhan yang murah saat dirinya mengecek dua buah kapal Tol Laut di Ambon. Menurut Jokowi, dengan kapal-kapal tersebut masyarakat tak akan lagi dibebani oleh harga-harga yang tinggi.

Hal itu diegaskan oleh Jokoei melalui akun Twitter resmi Keperesidenan. Melalui jejaring sosial tersebut, Jokowi pun mengungkapakan keyakinannya bahwa harga-harga akan visa ditekan hingga 30%.

"Ngecek dua kapal tol laut di Ambon: Kapal Lelemuku dan Kapal tanjung Sole. Harga komoditas bisa ditekan sampai 30% - Jkw."
Namun demikian, meski sebelumnya sudah ada beberapa kapal Tol Laut yang beroperasi tetapi beberapa harga kebutuhan sepertinya enggan untuk turun. Bahkan harga daging sapi tetap tinggi meski sebelumnya Presiden Jokowi juga merasa yakin bahwa dengan Kapal Tol Laut harga daging sapi bisa ditekan hingga Rp 80.000 per kilogram.
Di beberapa tempat, harga daging sapi masih terbilang mahal dan di atas Rp 100.000 per kilogram. Tak hanya daging sapi, belakangan harga cabe rawit juga sempat meroket tinggi di pasaran. BDLV/TM

Tuesday, 14 February 2017

Ada program beras sejahtera Rasta untuk warga http://www.sorak.in
Presiden Jokowi saat meninjau beras di Bulog/foto Biro Pers Kepresidenan.
Soeara Rakjat, Nasional. Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi, dikabarkan akan kembali meluncurkan sebuah program baru andalan khususnya untuk masyarakat kurang mampu. Program ini berkaitan erat dengan sembako atau kebutuhah pangan.

Program tersebut adalah Beras Sejahtera atau Rasta yang akan diterima masyarakat kurang mampu. Menurut Jokowi, warga penerima Rasta bisa bebas memilih kualitas beras yang diinginkan yang bisa mereka dapatkan di pasar, warung dan toko. Sebelumnya, warga kurang mampu ini akan dibekali uang non tunai dalam bentuk kartu.

Selain itu, saldo yang ada dan tertera di kartu bisa ditukarkan dengan bermacam kebutuhan pokok selain beras. Laman Facebook resmi Presiden Joko Widodo lantas menuliskan:

"Tak lama lagi, warga kurang mampu penerima beras sejahtera (Rasta) bebas memilih beras dengan kualitas yang diinginkan. Mereka bisa membelinya di pasar, warung atau toko.

Bagaimana caranya?
Mereka dibekali uang non-tunai per bulan dalam bentuk kartu. Saldo yang tertera dalam kartu dapat ditukar dengan beras dan bahan pokok lainnya. Pada 23 Februari nanti, pembagian kartu-kartu ini dimulai serentak di 44 kota di seluruh Indonesia.

Bila lancar, kota dan kabupaten lain pasti menyusul. Perum Bulog mendukung program ini dengan menyiapkan beras berkualitas. Harga perkilogramnya hanya 8.500 rupiah. 
Namanya mudah diingat: Beras Kita."

Apa yang diungkap oleh Presiden ini langsung ditanggapi dan diamini oleh para netizen. Meski demikian, tak sedikit pula netizen yang mempertanyakan mekanisme dan realisasi dari program ini nantinya.

Terlebih, ada beberapa program yang sebelumnya sudah diluncurkan namun masih belum bisa memberi dampak perbaikan yang maksimal. Tol Laut adalah salah satunya. Menurut netizen, tol laut yang sebelumnya digadang-gadangkan akan bisa menekan mahalnya harga pangan ini dinilai masih belum memberi pengaruh signifikan.

Harga-harga kebutuhan khususnya harga daging sapi masih tetap tinggi di pasaran. Padahal sebelumnya Presiden Jokowi sendiri menjamin harga daging sapi bisa ditekan hingga Rp 80.000 per kilogram dengan keberadaan Tol Laut.

Selain tol laut, publik juga mempertanyakan program pemerintah terkait impor pangan yang sebelumnya dijanjikan akan dihentikan. Bahkan ada pula netizen yang mengatakan bahwa program Beras Sejahtera (Rasta) ini memiliki korelasi dengan impor beras yang bisa saja akan kembali diberlakukan. BDLV/TM

Friday, 10 February 2017

Jokowi menjadi presiden RI yang paling gemar selfie http://www.sorak.in
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berselfie dengan para Siswa/foto Sekertariat Kepresidenan
Soeara Rakjat, Selebrita. Selfie, adalah sebuah istilah yang belakangan sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Tak mengenal jenis kelamin, usia dan status sosial, hampir seluruh masyarakat Indonesia tang memiliki gadget dan bermain media sosial pasti pernah melakukan Selfie atau memoret diri pribadi.

Tak hanya maraknya peredaran foto-foto hasil selfie di jejaring sosial. Selfie juga telah melahirkan ladang industri baru yang cukup potensial dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tongsis atau Tongkat Narsis, adalah sebuah perangkat atau alat yang lahir berkat kebiasaan selfie. Tongsis digunakan saat seseorang akan memotret diri pribadi yang menginginkan hasil jepretan dengan area yang lebih luas.

Di Indonesia, selfie tak hanya dilakukan oleh para sosialita saja. Cukup banyak pesohor atau selebritis dan juga para pejabat negara yang kerap kali berselfie untuk mengabadikan peristiwa atau moment yang dianggap memiliki nilai tersendiri.

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi, adalah salah satunya. Jokowi kerap kali mengabadikan keberadaan dirinya terutama saat berada di tengah masyarakat. Dalam sebuah kesempatan, Jokowi kembali beraksi dan berselfie dengan para siswa sekolah.

Saat itu, Mantan Walikota Solo tersebut sedang membagi-bagikan Kartu Indonesia Pintar. Saat berada di tengah kerumunan siswa, Jokowi pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. "Usai bagi-bagi KIP (Kartu Indonesia Pintar), ajak selfie dulu agar tambah semangat," tegas Jokowi melalui Fanspage resminya Presiden Joko Widodo.

Apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, tentunya menjadi sebuah fenomena yang unik dan menarik. Kehadiran beragam gadget dan media sosial, ternyata mampu mempengaruhi perilaku atau kebiasaan umat manusia termasuk para pemimpin negara di dunia. Tak hanya Jokowi, Mantan Presiden SBY juga memiliki kebiasaan tersendiri yang berhubungan dengan gadget dan media sosial ini.

Jika Jokowi sering berselfie, maka SBY lebih gemar menyuarakan pemikirannya yang dituangkan dalam sebuah cuitan di akun Twitter. Namun soal selfie, SBY tak sesering Jokowi. SBY hanya sesekali saja SBY membagi-bagikan foto dirinya.

Meski demikian, SBY dan Jokowi adalah Presiden Indonesia yang pada saat mereka memimpin dunia internet di tanah air telah maju dan berkembang pesat. Berbeda dengan Mantan Presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati, di masa kepemimpinan SBY dan Jokowi adalah era sosialita.

Jika SBY menjadi Presiden RI pertama yang gemar bercuit, maka Jokowi adalah Presiden Indonesia pertama yang gemar berselfie. BDLV/TM

Powered by Blogger.

Popular Posts

Blog Archive