Showing posts with label Ahok. Show all posts
Showing posts with label Ahok. Show all posts

Sunday, 5 March 2017


Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Beberapa hari terakhir, netizen dihebohkan oleh pemberitaan Kompas yang beredar dalam bentuk video. Video yang beredar menayangkan saat reporter Kompas mewawancarai pasangan Anies-Sandi di KPUD dalam persiapan jelang Pilkada putaran II nanti.

Dalam kesempatan tersebut, seorang reporter wanita sempat menanyakan mengapa Anies-Sandi datang terlambat ke KPUD. Pertanyaan tersebut dijawab Anies yang mengatakan, dirinya bersama Sandi Uno tidak terlambat. Justeru Kompas sendiri yang menyebut dan memberitakan bahwa mereka (Anies-Sandi) terlambat.

Selain itu, Anies juga menegaskan bahwa dirinya bersama Sandi Uno sudah hadir sejak pukul 19.30 WIB, dan semua media termasuk Kompas juga menyaksikannya. Karenanya Anies-Sandi menegaskan agar Kompas bisa fair dan lebih menjaga objektifitas dalam pemberitaannya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, sebagai media yang sudah berusia panjang Kompas seharusnya tidak memelintir berita dan melakukan penggiringan opini yang bisa merugikan pihak-pihak tertentu.

Hal senada juga diungkap Sandi Uno yang mengatakan, mereka hadir tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diagendakan oleh KPU malam itu.

Mendapat jawaban demikian, reporter Kompas ini lantas mengatakan, mereka ingin meminta klarifikasi langsung atas kehadiran Anies-Sandi di KPUD yang sebelumnya diberitakan terlambat datang. BDLV/TM


Dikirim oleh Angel Setiawati pada 5 Maret 2017

Saturday, 25 February 2017


Soeara Rakjat, Megapolitan, Sepekan terakhir, netizen kembali dihebohkan oleh aksi Gubernur DKI yang kedapatan sedang marah-marah dan bahkan sempat mengusir seorang wartawan yang sedang mewawancarainya. Video Ahok yang sedang marah-marah ini kini menjadi viral di jejaring sosial.

Dalam sebuah tayangan video, nampak ada seorang awak media yang bertanya kepada Ahok terkait aliran dana ke Teman Ahok yang konon jumlahnya mencapai hingga 30 miliar. Dugaan adanya aliran dana ke Teman Ahok sendiri sempat menghebohkan publik setelah dimuat di majalah Tempo.

Sebelumnya, santer diberitakan bahwa relawan Teman Ahok menerima aliran dana sebesar 30 miliar melalui staf khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaya. Sunny juga sempat dicegah tangkal oleh KPK karena diketahui sempat berkomunikasi dengan bos Sedayu grup.

Saat ditanya perihal tersebut, Basuki Tjahaja Purnama langsung menghardik wartawan yang menanyainya. Meski masih belum begitu jelas substansi atau tujuan dari sang penanya, namun Ahok langsung mengatakan bahwa sang wartawan tersebut bermaksud menuduhnya tidak jujur.

Ahok langsung berkata kalau dirinya tidak jujur mana mungkin dirinya berani menantang orang se-Republik Indonesia? Selain itu, Ahok juga mengatakan bahwa wartawan tersebut tidak usah kembali ke Balikota untuk mewawancarainya karena (dari media) tidak jelas.
Isu adanya aliran dana ke Teman Ahok sendiri kembali mencuat setelah adanya niat Kepolisian yang akan mengusut dana sumbangan umat Islam untuk Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI). Karena diyakini tidak memiliki kaitan dengan uang negara atau adanya gratifikasi, banyak pihak yang lantas menyebut bahwa dana GNPF-MUI tidak pantas diusut.

Beberapa pihak lantas mengait-ngaitkannya dengan aliran dana 30 miliar ke Teman Ahok, yang diyakini memiliki kaitan erat dengan persoalan reklamasi Teluk Jakarta. Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan hangat para netizen di ranah maya. BDLV/TM

Thursday, 23 February 2017

Prabowo Subianto/foto Instagram 
Soeara Rakjat, Politik. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, adalah salah satu sosok paling dikenal di Indonesia saat ini. Sebagai salah satu politisi paling senior, nama Prabowo sangat dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia. Di berbagai jejaring sosial, popularitas Prabowo selalu berada di posisi paling tinggi.

Beberapa jam yang lalu, Prabowo juga kembali membuat ramai netizen saat dirinya mengunggah sebuah foto ke akun Instagram. Sebuah foto yang terbilang sangat istimewa dan pastinya membuat seluruh pengikutnya merasa terharu dan terkesima. Kehadiran mbak Titiek Soeharto, adalah penyebabnya.

Dalam foto tersebut, Prabowo nampak berfoto bersama pasangan Cagub DKI yang diusung Gerindra dan PKS. Anis-Sandi sendiri nampak berdiri di sebelah kanan, sedangkan disamping kiri mantan Pangkostrad ini ada mbak Titiek yang dalam kesempatan tersebut tampil sangat elegan. Tentunya ini menjadi pemandangan yang cukup langka dan istimewa.
Ratusan ribu pengikut Prabowo pun langsung menanggapi dengan beragam ekspresi. Bahkan dengan penuh semangat seorang netizen lantas berkomentar, "Gerindra rebut Jakarta, selamatkan Indonesia."

Beberapa netizen yang mengaku mengetahui detail peristiwa tersebut menyebutkan, Prabowo dan Mbak Titiek bersama Anies-Sandi sedang ada pertemuan yang diakhiri dengan makan malam bersama.

Setengah bercanda, beberapa netizen juga menyebut bahwa Prabowo dan Mbak TitieK sedang CLBK, mayoritas netizen lantas mengamini dan menyebut mereka adalah pasangan yang sangat serasi.

Pertemuan yang melibatkan Mbak Titiek ini juga diyakini masih dalam rangka untuk mematangkan strategi demi memenangkan pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI putaran dua yang akan digelar pada April nanti.

Pasangan Anies-Sandi sendiri berhasil maju ke putaran 2 Pilkada DKI dengan perolehan suara yang bersaing sangat ketat dengan petahana. Pilkada putaran 2 terpaksa harus digelar karena tak ada satu pun pasangan calon yang mampu meraih 50%+1 suara.

Tak sedikit pengamat dan politisi yang menyebut bahwa Anies-Sandi berpeluang besar memenangkan pertarungan. Hal itu diyakini karena mayoritas pendukung Agus-Sylvi dengan perolehan sekitar 17%, diyakini akan beralih dan mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. BDLV/TM


Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Polda Metro Jaya masih menyelidiki dan mencari tahu keberadaan Iwan Bopeng.  "Masih dalam penyelidikan. Kita tunggu saja ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017.

Argo menambahkan, penyidik masih belum bisa mengkonfirmasi lebih lanjut perihal perkembangan kasus tersebut menunggu sampai posisinya jelas. "Jadi kami masih mencari tahu dia ada di mana posisinya. Sedang kami lakukan penyelidikan ada di mana dan aparat masih bekerja," jelas Argo.

Polisi pun belum bisa memastikan apakah Iwan dikenakan kasus dugaan tindak pidana pemilu karena diduga melakukan aksi sweeping di TPS 25, 26, dan 27 di Palmeriam, Jakarta Timur.

"Semuanya tetap harus pemeriksaan saksi dulu, baru diketahui ada unsur apa, apakah ITE, KUHP, kan gitu makanya nanti akan kami selidiki dulu," kata dia.

Saat ditanyakan apakah sudah ada pihak yang melaporkan kasus tersebut, menurutnya hingga saat ini belum ada laporan yang masuk. Kemudian saat ditegaskan apakah artinya ini laporan yang datang dari penyidik (tipe-a), Argo pun tidak mengamini. "Belum tahu, nanti kami cek," tegasnya kepada Republika.
Seperti diketahui, sebelumnya Iwan Bopeng dikabarkan mengamuk di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di kawasan Jakarta Timur pada Ahad (19/2) lalu. Iwan membuat kericuhan dengan kata-kata, "tentara gue potong di sini, apalagi elu," dan video ini pun mendadak ramai di perbincangkan di media sosial. BDLV/TM

Wednesday, 22 February 2017

PPP dan PAN saat mendeklarasikan dukungan untuk Anies-Sandi/foto Republika.
Soeara Rakjat, Politik. artai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) tingkat DKI Jakarta resmi menyatakan dukungannya untuk pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran dua Pilkada DKI Jakarta. Dukungan itu resmi dideklarasikan di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohammad Taufik, mengatakan, dua partai bernapas Islam ini merupakan keluarga besar di DKI Jakarta. Gerindra, PKS, PAN, PPP, PKB, Demokrat merupakan partai yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan yang digagas pada waktu Pilkada DKI belum dimulai. Saat itu, PDIP DKI Jakarta yang masih dikomandoi Bambang DH juga ada di dalamnya.

"Sekarang kembali lagi keluarga yang menyatu. Demokrat, PAN, PPP, PKB, Gerindra, dan PKS. Sekarang putaran dua insya Allah koalisi kekeluargaan kembali lagi menjadi utuh, minus PDIP," kata Taufik di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Februari 2017.

Dalam deklarasi ini, perwakilan PKB dan Demokrat tidak hadir. Taufik mengklaim PKB DKI Jakarta masih dalam perjalanan ke lokasi. Namun, hingga deklarasi selesai, perwakilan PKB tak ada di lokasi. Sementara DPD Demokrat DKI Jakarta, kata Taufik, masih dalam proses untuk meminta persetujuan ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tapi, Pak Nachrowi Ramli (Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta) secara organisatoris oke, tapi masih harus ke Pak SBY," ujarnya.

Taufik mengaku, kesepakatan dukungan ini baru dicapai ditingkat wilayah. Masing-masing partai, kata dia, akan membawa aspirasi ini ke tingkat DPP. Namun, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengklaim, semua partai pengusung pasangan Agus-Sylvi di tingkat wilayah sudah sepakat memberikan dukungannya ke pasangan Anies-Sandi di putaran kedua.

Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Bambang Kusumanto mengatakan, pernyataan dukungan ini sudah merupakan instruksi dari Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo. Bahkan, dia mengklaim dukungan kepada Anies-Sandi sudah mendapat restu dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Menurut saya ini sudah dari pusat, dari ketum. Ini sudah perintah ketum melalui ketua DPW (PAN)," ujar Bambang.

Sementara itu, Bendahara Fraksi PPP di DPRD DKI Jakarta Nina Lubena menjelaskan, dukungan ini sudah atas izin Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana atau kubu Djan Faridz. 

"Mewakili PPP kami insya Allah mendukung paslon Anies-Sandi dan siap memenangkan Anies-Sandi. Semoga perjuangan kita diridhai Allah," terang Nina kepada Republika. BDLV/TM

Sunday, 19 February 2017

Trimedya Panjaitan, Politisi PDIP.
Soeara Rakjat, Politik. Dinamika politik jelang putaran dua Pilgub DKI Jakarta semakin panas. Partai-partai pengusung dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tengah bekerja keras menarik dukungan dari partai yang belum menentukan sikap dukungan terhadap paslon yang masuk ke putaran dua Pilgub DKI, di antaranya Demokrat, PAN, PKB dan PPP.

Politikus PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan partai-partai pengusung pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat akan berusaha keras dan tetap solid memenangkan Pilgub DKI.

"Tentu kami juga akan mensolidkan 3 partai yang juga dari putaran pertama mengusung, Golkar, Hanura dan NasDem untuk bersama-sama bekerja keras," kata Trimedya usai menghadiri diskusi bertajuk 'Spesial Pilkada' di Jakarta, Sabtu, 18 Februari 2017.

Selain tiga partai pengusung, Trimedya berharap partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan ikut mendukung Ahok-Djarot memenangkan Pilgub DKI. Khususnya, bagi partai yang kadernya mendapat kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Kan di pemerintahan sama, menterinya sama-sama dapat. Ya di pemerintahan DKI juga kami harap sama," ujar dia.

Jika semua partai koalisi bersatu, dipastikan Trimedya kursi DKI akan lebih mudah dimenangkan Ahok-Djarot. Mengingat, setiap partai yang tergabung dalam koalisi memiliki massa untuk mendongkrak suara di Pilgub DKI nanti.

"Karena kalau itu terjadi, kalau parameternya pemilu 2014, kami hanya perlu 3-4 persen yang kami kerja. Partai pendukung kami tentu tahu dimana kantung-kantung suara mereka," pungkas Trimedya kepada Merdeka. BDLV/TM

Pasangan Cagub/Cawagub Anies-Sandi/foto Facebook Anies-Sandi.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Penghitungan suara hasil pencoblosan ulang pilkada DKI di tempat pemilihan suara (TPS) 29 di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/2) telah usai. Peraih suara terbanyak dari hasil pemungutan suara ulang (PSU) itu adalah duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dari 412 total pencoblos, calon gubernur-wakil gubernur DKI yang diusung koalisi Gerindra dan PKS itu meraih 385 suara. Jumlah dukungannya meningkat dibanding pencoblosan pada Rabu lalu (15/2) yang hanya meraih 345 suara.

Sementara duet Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengantongi 19 suara. Jumlah pemilih cagub-cawagub DKI dari koalisi PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura itu justru menurun dibanding hasil pencoblosan sebelumnya dengan raihan 29 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih tujuh suara. Padahal, sebelumnya suara untuk jago dari Koalisi Cikeas itu meraih 77 suara.
Berikut hasil PSU di  TPS 29 Kalibata seperti ditulis jpnn:

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni      : 7
2. Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat : 19
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno        : 385
Jumlah seluruh suara   : 412
Jumlah suara sah         : 411
Jumlah suara tidak sah : 1

Selain di Kalibata, pemungutan suara ulang juga terjadi di TPS 01 Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran Jakarta Pusat. Sebanyak 257 warga dari total 601 yang terdaftar dalam DPT pun menggunakan hak pilihnya sementara 344 warga tidak hadir.

Hasilnya, pasangan Anies-Sandi kembali mengungguli Basuki-Djarot dengan meraih suara sebanyak 134. Ahok-Djarot sendiri memperoleh 103 suara, dan disusul Agus-Sylvi dengan 15 suara.

Hasil ini berbeda dengan pemungutan suara pada 15 Februari kemarin yang mana pasangan Basuki-Djarot unggul dengan 198 suara, disusul Anies-Sandi 177 suara dan Agus-Sylvi yang meraih 62 suara. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 442 warga dari 601 suara yang terdaftar dalam DPT memberikan partisipasinya. BDLV/TM

Saturday, 18 February 2017

Surat Suara Pilkada DKI 2017.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah selesai melakukan rekapitulasi salinan C1 dalam real count Pilgub DKI Jakarta. Pada data yang sudah terkumpul 100 persen itu, tiba-tiba ada perubahan. Kok bisa?

Saat diakses, laman pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta pukul 12.15 WIB, Sabtu (18/2/2017), perolehan suara masing-masing pasangan cagub-cawagub DKI, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebanyak 936.609 (17,05%), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sebanyak 2.357.587 (42,91%), dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno sebanyak 2.200.636 (40,05%). Data tersebut juga menunjukkan penghitungan sudah 100% pada 13.023 TPS.
Screenshoot situss KPU pukul 12.15 WIB. Foto: kpu.go.id/detik.com
Anehnya, data yang sudah 100% ini kembali berubah saat dilakukan pengecekan sekitar pukul 15.00 WIB. Perolehan suara dan persentase pasangan calon mengalami perubahan menjadi Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebanyak 936.609 (17,07%), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sebanyak 2.357.637 (42,96%), dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno sebanyak 2.193.636 (39,97%).
Screenshot situs KPU pukul 15.00 WIB. Foto: kpu.go.id/detik.com
Dari perubahan itu, tampak persentase Agus-Sylvi bertambah 0,02% menjadi 17,07%, meski perolehan suaranya tetap. Perolehan suara Ahok-Djarot bertambah 50 dan persentasenya bertambah 0,05% menjadi 42,96%. Sedangkan perolehan suara Anies-Sandi berkurang 7.000 suara dan persentasenya berkurang 0,08% menjadi 39,97%.

Sementara itu, data lain tak mengalami perubahan. Total jumlah pemilih sebanyak 7.218.272 orang dan yang memanfaatkan hak pilih sebanyak 5.563.418 orang.

detik.com kemudian mengonfirmasikan hal ini ke komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. Menurut Hadar, seharusnya data yang sudah terkumpul 100 persen tak mengalami perubahan. "Nanti akan saya cek, kalau 100 persen seharusnya tidak akan berubah," kata Hadar.

Dia pun menjelaskan bahwa sistem penghitungan (situng) real count ini dimasukkan oleh petugas apa adanya berdasarkan salinan C1 yang diterima. Data ini nantinya akan dicocokkan dengan penghitungan dari C1 yang asli secara manual.

Sementara itu, sistem penghitungan yang dipublikasikan di real count dengan manual dilakukan terpisah. Tetapi, kalaupun ada perbedaan data, seharusnya itu tidak berbeda jauh. Penghitungan secara manual baru akan dipublikasikan pada 25-27 Februari 2017.

"Kami memang pahami itu terjadi karena dari 13.023 TPS itu ada saja yang menulisnya keliru, maklum SDM kita tak semuanya perfect. Jadi akan terkoreksi nantinya, tapi (seharusnya) koreksi dilakukan di dalam sistem manual. Nanti saya coba cari tahu apakah ada operator internal yang dia salah," tutur Hadar. BDLV/TM

Friday, 17 February 2017

Fadli zon sindir pemerintahan karbitan dan kekacauan http://www.sorak.in
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI/foto istimewa Detik.com
Soeara Rakjat, Pilkada. Bergabungnya beberapa kelompok relawan Agus-Sylvi yang mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Anies-Sandi, diyakini akan semakin menguatkan posisi Pasangan Cagub/Cawagub DKI yang diusung oleh Gerindra-PKS dalam putaran ke-2 Pilkada DKI April nanti.

Banyak pihak yang menyebutkan bahwa meski hanya didukung oleh Gerindra-PKS saja Anies-Sandi sanggup meraih suara yang sangat signifikan, apalagi jika para pemilih Agus-Sylvi termasuk beberapa partai pendukungnya dari Poros Cikeas turut bergabung. Tentunya itu adalah sebuah poros politik yang sangat besar dan diyakini oleh banyak kalangan akan bisa mengungguli petahana.

Hal itu juga diungkap oleh salah satu petinggi Gerindra yang sekaligus merupakan orang terdekat Prabowo Subianto, Fadli Zon. Menurut Fadli, bergabungnya para relawan Agus-Sylvi diyakini akan memudahkan langkah Anies-Sandi. 

Wakil Ketua DPR RI ini bahkan merasa cukup yakin kalau Anies-Sandi akan mampu mengalahkan pasangan Basuki-Djarot. Melalui akun Twitternya @fadlizon lantas menulis:
Apa yang diungkap oleh Fadli ini diamini oleh mayoritas netizen yang merasa sepakat dengan Fadli. Tak hanya para pendukung Anies-Sandi, cukup banyak netizen yang semula adalah pendukung Agus-Sylvi yang menyatakan tekadnya akan mendukung Anies-Sandi di putaran dua nanti. BDLV/TM

Relawan Agus-Sylvi saat mendeklarasikan dukungan untuk Anies-Sandi.
Soeara Rakjat, Politik. Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengungkapkan peta pemlih Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta. Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei dan hasil hitung cepat KPU, rata-rata perolehan suara Agus-Sylvi sekitar 17 persen.

"Kalau kita petakan, pemilih Agus-Sylvi adalah orang-orang yang anti-Ahok dan orang yang menilai Agus-Sylvi lebih baik dari Ahok-Djarot dan Anies-Sandi," ujar Djayadi di Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017.

Menurut Djayadi, pemilih yang dominan di basis Agus-Sylvi adalah pemilih yang anti-Ahok. Mereka anti-Ahok dengan berbagai alasan seperti Ahok non-muslim, gaya komunikasi Ahok jelak dan kebijakan Ahok merugikan warga DKI Jakarta di antaranya penggusuran dan reklamasi.

"Pemilih Agus-Sylvi yang memilih berdasarkan sentimen agama, muslim tidak memilih pemimpin non-muslim cukup besar, bisa mencapai angka 10 persen dari perolehan suara Agus-Sylvi dan sisanya pemilih yang memilih karena tidak suka dengan kebijakan Ahok dan menganggap Agus-Sylvi," kata Djayadi.

Karena itu, kata Djayadi, kemungkinan besar di putaran kedua pilkada DKI Jakarta, isu SARA semakin menguat. Meskipun para calon mendeklarasikan pilkada tanpa SARA, namun tim dan simpatisan susah dikontrol.

"Apalagi karakteristik pemilih Agus-Sylvi hampir sama dengan pemilih Anies-Sandi termasuk pemilih yang berdasarkan sentimen agama. Pemilih demikian akan cenderung merapat ke Anies-Sandi," paparnya.
      Pilkada DKI:
Berdasarkan basis partai, lanjut Djayadi, basis Partai Demokrat yang paling solid dukung Agus-Sylvi. Sementara, PAN, PKB dan PPP basis suaranya terpecah bahkan mayoritas mendukung Anies-Sandi. "Hal itulah, salah satu yang membuat suara Agus-Sylvi menurun," ungkap Djayadi kepada Beritasatu. BDLV/TM

Thursday, 16 February 2017

Surat Suara Pilkada DKI Jakarta 2017.
Soeara Rakjat, Megapolitan. Hasil penghitungan suara pemilihan kepala daerah DKI Jakarta di tempat pemungutan suara (TPS) 36, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, diduga telah digelembungkan. Dugaan itu muncul karena jumlah penghitungan suara dalam formulir C1 berbeda dengan hasil rekapan di Kecamatan Tebet.

Pada formulir C1, tercatat pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 74 suara. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 61 suara. Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan 98 suara. Dalam rekapan di Kecamatan Tebet, perolehan suara Ahok-Djarot sebanyak 261, sementara untuk dua pasangan lain tidak ada perbedaan.

Muhasan, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bukit Duri, mengatakan terjadi kesalahan dalam pencatat di rekap Kecamatan Tebet. "Itu seharusnya dicatat pasangan nomor dua dapat 61 suara, tapi yang mencatat malah menyambung menjadi 261," ucapnya.

Menurut Muhasan, hasil rekap C1 dari setiap TPS difoto dan dikirim ke grup WhatsApp RT-RW di Tebet. Begitu juga hasil rekap yang tercatat di kecamatan tersebut. Namun, tanpa konfirmasi lagi, salah satu anggota grup meng-upload foto perbedaan suara di TPS 36 tersebut. 

"Jadi tidak ada penggelembungan, tapi hanya kesalahan dalam pencatatan," kata Muhasin kepada Tempo.
      Pilkada DKI:
Dapat Restu SBY, Relawan Agus-Sylvi Dukung Anies-Sandi
PAN Berharap Koalisi Cikeas Solid Mendukung Anis-Sandi 
Politisi PDI-P Berharap SBY Mau Mendukung Ahok-Djarot 
Ketua RW 09 Ahmad Badrul Fajri juga memberi penjelasan yang sama. Namun dia tidak tahu siapa orang yang melakukan kesalahan itu. "Tadi saya lihat sudah diperbaiki. Pasangan Ahok-Djarot mendapat 61 suara, bukan 261," jelasnya. BDLV/TM

Relawan Agus-Sylvi deklarasikan dukungan untuk Anies-Sandi/foto VIVA/irwandi.
Soeara Rakjat, Megapolitan. Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI), salah satu relawan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, akan memberi dukungannya kepada pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Deklarasi dukungan akan disampaikan malam ini, Kamis, 16 Februari 2017.

Ketua Umum KNMI, Alex Asmasoebrata, mengatakan bahwa deklarasi itu akan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Cikarang 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pasangan Anies-Sandi dijadwalkan akan menghadiri deklarasi itu. Berdasarkan pantauan, saat ini Alex dan juga Anies sudah berada di lokasi. "Kami akan deklarasi dukungan untuk Anies-Sandi. Pak Anies dan Pak Sandi datang," terang Alex.

Alex menambahkan, sebelum ini dia juga telah memberitahu Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menegaskan dukungan ini atas nama relawan Agus-Sylvi, KNMI.

"Yang berdua (Anies-Sandi) ini dari awal satu guru dengan saya. Satu guru ngaji dengan saya. Kami dukung Agus-Sylvi full power gitu. Setelah selesai kami kalah, tentu kami punya hak untuk melakukan apa pun juga," katanya.
      Pilkada DKI:
PAN Berharap Koalisi Cikeas Kompak Dukung Anies-Sandi
Politisi  PDI-P Berharap SBY Mau Mendukung Ahok-Djarot 
Selain itu, Sekjen KNMI Hendra Surachmat mengatakan, alasan pihaknya mendukung Anies-Sandi karena program dan visi misi Anies-Sandi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai Agus-Sylvi.

"Dari program visi misi tentunya hampir sama dengan mas Agus-Sylvi, terlepas dari itu teman-teman di kami sendiri di bawah komando Bang Alex ini tentunya, beliau sudah melihat juga," ujarnya kepada VIVA.co.id. BDLV/TM

Sejumlah pemimpin dan petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi Cikeas/foto Okezone.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Pilgub DKI 2017 akan berlangsung dua putaran. Pasalnya, belum ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50%, seperti pada gelaran lima tahun lalu.

Dua pasangan yang memperoleh suara teratas yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sementara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di posisi terakhir.

Politikus PAN, Yandri Susanto mengatakan, pihaknya selaku salah satu partai pendukung Agus-Sylvi akan menyokong Anies-Sandi bila memang berlanjut dua putaran. PAN pun meminta partai pendukung Agus-Sylvi lainnya yakni Partai Demokrat, PKB, dan PPP untuk memenangkan Anies-Sandi.

"Pendukung Agus-Sylvi, harapan kami kompak mengalihkan suaranya ke Anies-Sandi pada putaran dua nanti," ujar Yandri Kamis, 16 Februari 2017.

Yandri mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan petinggi Gerindra dan PKS untuk membicarakan dukungan terhadap pasangan dengan nomor urut tiga tersebut. Ia berharap Anies-Sandi mampu mengungguli Ahok-Djarot pada putaran kedua nanti. "Sudah komunikasi tadi malam (dengan Gerindra dan PKS). Harus menang Anies-Sandi."
      Pilkada DKI:
Menurut Sekretaris Fraksi PAN di DPR itu, pihaknya langsung memantapkan diri mendukung Anies-Sandi lantaran sejak awal Pilgub DKI digelar ingin menawarkan pemimpin baru untuk warga Jakarta. Pasalnya, partai besutan Zulkifli Hasan itu tak cocok dengan Ahok.

"Kalau PAN dari awal enggak dukung Ahok. Kita ingin menawarkan kepada masyarakat figur selain Ahok. Dari sisi karakter dan lain-lain, enggak cocok dengan Ahok," tegas Yandri melalui pesan singkatnya kepada Okezone. BDLV/TM

Eva sundari apa maunya habib rizieq laporkan bu mega http://www.sorak.in
Eva K Sundari, Politisi PDIP.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari berharap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mau mendukung Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Eva menilai PDIP dan Partai Demokrat memiliki pandangan, yakni sama-sama partai nasionalis.

Maka itu, dia meyakini Partai Demokrat akan cocok apabila bergabung dengan tiap partai pendukung Basuki dan Djarot. 

"Semoga Pak SBY berkenan untuk mendukung Basuki-Djarot. Bagiku platform ideologi Demokrat sama yaitu nasionalis religius walau dalam taktik mungkin beda. Jadi tidak ada gangguan ideologis sebagai partai nasionalis kebangsaan untuk gabung dengan PDIP," kata Eva saat dihubungi pada Kamis (16/2).

Eva mencontohkan PDIP dan Partai Demokrat berkoalisi di Pemilihan Gubernur Daerah Istimewa Aceh. Dia berharap kerja sama di Aceh tersebut dapat menular di DKI Jakarta. Eva meyakini apabila Demokrat bergabung maka Ahok dan Djarot akan mampu memenangkan Pilkada DKI Jakarta dalam putaran kedua melawan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Di Aceh kita kolaborasi dan menang telak, kenapa tidak di DKI? Pasti asyik tambah kekuatan dengan Demokrat. Jika suara Mas Agus di 5 wilayah di putaran satu, gabung ke BADJA (Basuki-Djarot) pasti menang kita di putaran kedua," ujarnya.
      Pilkada DKI:
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto, kata Eva, telah menyatakan membuka pintu sebesar-besarnya bagi partai politik pengusung Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni untuk bergabung dan mendukung pasangan Basuki-Djarot. 

Eva juga menjelaskan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga telah memberi sinyal untuk membawa partainya mendukung salah satu calon yang masuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. "Semoga upaya semua pihak untuk tujuan yang sama ini terwujud," terang Eva Sundari seperti ditulis Merdeka. BDLV/TM

Wednesday, 15 February 2017


Screenshot Twitter @nongandah yang beredar luas di jejaring sosial.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Hasil perolehan suara sementara Pilkada DKI 2017 yang menempatkan Anies-Sandi dan Basuki-Djarot di tempat teratas, memunculkan keyakinan akan adanya putaran ke-2 dalam Pilgub Jakarta. Pengamat politik, masyarakat dan netizen pun merasa akan ada tahap penentuan terkait DKI1 ini.

Saat ini, kubu Anies-Sandi dan Basuki Djarot menjadi pihak yang paling menanti-nantikan hasil akhir dari Pilkada DKI tersebut. Tak sedikit dari mereka yang merasa was-was dan tegang menantikan hasil akhirnya.

Sementara pasangan nomor urut 1 Agus-Sylvi, secara ksatria sudah mengakui kekalahannya. Agus Harimurti Yudhoyono bahkan langsung memberi ucapan selamat baik kepada Anies-Sandi maupun Ahok-Djarot. Publik pun merasa terkagum-kagum dengan sikap Agus Yudhoyono ini.

Salah satu pendukung atau relawan Ahok bahkan menyebut bahwa sikap Agus ini adalah contoh untuk generasi muda Indonesia. Sikap ksatria Agus harus menjadi suri tauladan bagi setiap anak muda Indoensia.

Hal tersebut diungkap oleh Nong Darol Mahmada. Melalui akun twitternya, Nong lantas bercuit dengan menulis:
Sayangnya, cuitan Nong ini malah ditanggapi negatif oleh mayoritas netizen. Pasalnya, sebelumnya Nong disebut-sebut sering menyerang Agus dengan cuitan-cuitan yang terkesan merendahkan putra sulung Mantan Presiden SBY tersebut.

Meski mungkin Nong sendiri sudah menghapus cuitan-cuitan sebelumnya yang diketahui menyerang Agus, namun cukup banyak netizen yang sudah menyimpannya dalam bentuk capture atau tangkapan layar. Hingga saat ini, cuitan-cuitan Nong tersebut beredar luas di jejaring sosial.

Lebih dari itu, tak sedikit pula netizen yang menyebut bahwa kicauan Nong yang secara tiba-tiba memuji-muji Agus ini bertujuan untuk meraih simpati pendukung Agus-Sylvi jika memang terjadi putaran kedua nanti. Hastag #MendadakAHY pun kini menjadi trending topic. BDLV/TM


Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Hasil real count Pilkada DKI 2017, menempatkan pasangan Basuki-Djarot dan Anies-Sandi di posisi teratas. Mereka saling susul dan diikuti oleh pasangan Agus-Sylvi yang menempati posisi terakhir. Hingga pukul 09.39 WIB, situs KPUD DKI mencatat sudah 2.115916 suara yang masuk.

Dari hasil Hitung TPS (Form C1) Provinsi DKI Jakarta, hasil perolehan suara pasangan calon nomor urut 1 Agus-Sylvi sebesar 261.510 suara atau 16,35%. Ahok-Djarot meraih 705.396 suara atau 44,11%. Sedangkan pasangan yang diusung Gerindra-PKS yaitu Anies-Sandi meraih suara sebanyak 632.356 suara 39,54%.
Tingkat partisipasi pemilih sendiri mencapai 76,7%. Dari total 2.115916 hak suara sebanyak 1.623550 suara yang menggunakan hak pilihnya. Hasil ini sangat dinamis dan berubah dari waktu ke waktu meski dalam angka yang relatif stagnan. Hasil real count KPUD bisa di akses di http://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta

Dengan hasil real count yang dirilis KPUD DKI tersebut, pasangan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot sangat berpeluang masuk ke putaran 2. Sementara pasangan Agus-Silvy yang meraih suara paling sedikit akan tersingkir dari persaingan berikutnya.
      Pilkada DKI:
Meski di beberapa hasil hitung cepat yang dirilis lembaga survey baik pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi masing-masing mencatat kemenangan hingga 50+1 suara, namun hasil yang dirilis KPUD menyatakan tak ada satu pun pasangan calon yang berhasil meraih 50 persen plus satu suara.

Hasil ini tentunya disambut hangat oleh kubu masing-masing calon yang diprediksi akan masuk putaran dua. Gerindra-PKS langsung menggelar konferensi pers dan Prabowo pun mengucapkan terima kasih pada rakyat Jakarta. Sementara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku koalisinya siap merangkul partai-partai pendukung Agus-Sylvi.
Meski demikian, banyak pengamat yang menyebut tren positif berada di kubu Anies-Sandi. Mereka cukup yakin pendukung Agus-Sylvi akan beralih ke Anies-Sandi. Meski nantinya ada partai dari koalisi Cikeas yang mendukung Ahok-Djarot, namun grass root mereka diyakini lebih condong ke Anies-Sandi. BDLV/TM


Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Komisi Pemilihan Umum Daerah telah merampungkan sebagian penghitungan pemungutan suara di tiap tempat pemungutan suara pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Sampai saat ini, proses pengolahan data masih terus dilakukan.

Dari hasil pantauan VIVA berdasar pada data yang terpampang dalam layar besar di Bina Karya Auditorium, Hotel Bidakara, hasil hitung sementara untuk form C1 Provinsi DKI Jakarta hingga pukul 17.15 WIB, Rabu 15 Februari 2017, pasangan calon nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno unggul.

Kedua pasangan yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera itu berhasil mengumpulkan 558 suara, atau 51,02 persen. Kemudian, disusul pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, yang mengumpulkan 426 suara, atau 36,5 persen.

Posisi buncit, ditempati oleh pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dengan perolehan 148 suara, atau 12,63 persen dari total pemungutan suara form C1.

Data olahan ini masih bersifat sementara. Sampai saat ini, KPUD masih menunggu surat-surat suara dari tiap kecamatan di Ibu Kota. Rencananya, sejumlah Anggota Komisioner KPU akan menyambangi lokasi input data ini, untuk meninjau langsung proses olahan data yang dilakukan.
Menyikapi hasil perolehan Anies-Sandi, Prabowo Subianto sendiri langsung menggelar konferensi pers dan merasa sangat berterima kasih pada rakyat Jakarta. Prabowo kembali meminta dukungan warga jika Pilkada DKI harus menjadi dua putaran. BDLV/TM

Djarot Syaiful Hidayat setelah mencoblos di TPS 08 Setiabudi, Kuningan/foto Liputan6.
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Pemungutan suara Pilkada Jakarta selesai. Saatnya menghitung perolehan suara calon gubernur dan wakil gubernur yang berkontestasi.

Di TPS 08, Setiabudi, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, atau TPS tempat Cawagub Petahana Djarot Saiful Hidayat, pasangan nomor urut 3, yaitu Anies-Sandi unggul dengan perolehan 140 suara.

Dari hasil pantauan Liputan6,  Perolehan suara Anies-Sandi disusul oleh pasangan Ahok-Djarot dengan 93 suara. Dan pasangan Agus-Sylvi memperoleh 84 suara.
       Pilkada DKI: 
Anies-Uno Unggul Prabowo: Terima Kasih Rakyat Jakarta
Anies-Sandi Unggul Telak di Beberapa TPS di Petamburan
Adapun jumlah pemilih di TPS tersebut adalah sebanyak 323 suara dengan perolehan 317 suara sah dan 6 suara tidak sah. BDLV/TM

TPS 17 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat/foto Liputan6
Soeara Rakjat, Pilkada DKI. Perolehan suara di beberapa TPS di Petamburan, Jakarta Pusat, masih didominasi oleh pasangan Anies-Sandi yang memperoleh suara terbanyak. Di TPS 18 dan 19, Anies-Sandi meraih suara yang sangat signifikan.

Meski demikian pasangan Ahok-Djarot dengan nomor urut 2 ini justeru unggul di TPS yang menjadi tempat Habib Rizieq Shihab mencoblos.

Habib Rizieq Shihab sendiri mencoblos di TPS 17, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di TPS ini, Ahok-Djarot unggul dari Anies-Sandi dengan selisih sekitar 66 suara.

Dari hasil pantauan Liputan6, di TPS ini, Ahok-Djarot memperoleh 278 suara. Disusul Anies-Sandiaga yang memperoleh 212, sedangkan Agus-Sylviana mendapat 38 suara. Adapun total pemilih yang tercatat adalah 528 suara, dengan lima suara tidak sah.
       Pilkada DKI:
Anies-Sandi Unggul, Prabowo: Terima Kasih Rakyat Jakarta 
Di TPS 08  Tempat  Djarot  Mencoblos  Anies-Sandi  Menang
Sementara itu, di TPS Petamburan lain, yaitu TPS 19, Anies-Sandi menang telak dengan memperoleh 293 suara. Disusul Ahok-Djarot 90, dan Agus-Sylvi 62 suara. Total pemilih 445, dan tidak tercatat ada suara yang tidak sah.

Sedangkan di TPS 18, Anies-Sandi kembali unggul telak dengan perolehan 314 suara, disusul Agus-Sylvi dengan perolehan 81 suara, dan Ahok-Djarot yang hanya meraih 32 suara.
Perolehan suara di TPS 17, Ahok-Djarot Unggul dari Anies-Sandi dan Agus-Sylvi/foto Liputan6.
Dengan hasil ini, Anies-Sandi berhasil meraih perolehan suara terbanyak di tiga TPS yang ada di Petamburan. Hingga saat ini, hasil quick qount masih mencatat belum ada pasangan calon yang meraih 50 persen plus satu suara. Anies-Sandi dan Ahok-Djarot diyakini akan masuk putaran ke-2. BDLV/TM

Tuesday, 14 February 2017


Soeara Rakjat, Nasional. Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan berkonsultasi dengan Mahkamah Agung (MA) terkait penyelesaian status Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Konsultasi itu untuk menentukan apakah Ahok yang sangat ini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama perlu dinonaktifkan atau tidak.

"Oleh Pak Jokowi (Mendagri) diperintah untuk konsultasi ke MA. Besok pagi pak Menteri akan konsultasi dengan MA sebelum menghadiri ratas dengan presiden RI," kata Kapuspen Kemendagri, Dodi Riyatmadji, saat berbincang dengan detikcom, Senin (13/2/2017) malam.

Soal pengaktifan kembali Ahok sebagai gubernur ini memang menuai sejumlah polemik dari berbagai pihak. Hal itu terjadi karena jaksa menuntut Ahok dengan 2 ancaman yang mempunyai lama hukuman bereda.

"Jadi kasusnya Pak Ahok itu kan memang kaitannya dengan status sebagai terdakwa itu, tapi ancaman hukuman jaksa itu menggunakan tuntutan yang dobel tapi dua-duanya berbeda, yang satu 5 tahun paling banyak, kedua paling banyak 4 tahun," ujar Dodi.

"Selama ini, biasanya kepala daerah itu diberhentikan tidak lewat DPRD kalau kena persoalan kasus hukum yang ancaman hukumanya adalah 5 tahun atau lebih. Artinya adalah melakukan tindak pidana berat," imbuhnya.

Menurut Dodi, hasil pertemuan antara Tjahjo dengan MA itu nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas (ratas) hari ini. "Saya kira iya, laporan hasil pertemuan itu akan disampaikan (ke Jokowi)," ujar Dody.

Soal konsultasi pemerintah dengan MA ini sebelumnya juga sudah disampaikan oleh Tjahjo. Polemik terkait status Ahok ini muncul karena Ahok didakwa dengan dua pasal secara alternatif. Pasal utama memiliki ancaman hukuman 4 tahun, sedangkan pasal alternatifnya memiliki ancaman 5 tahun penjara.

Sementara itu dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 disebutkan kepala daerah yang didakwa dengan ancaman hukuman 5 tahun harus diberhentikan. Tjahjo sendiri menerima pendapat para pakar hukum hingga anggota DPR. Oleh sebab itu, secepatnya Kemendagri akan menemui MA.

"Pendapat para pakar, anggota DPR, kami terima. Kemungkinan sore ini atau besok pagi saya akan menyampaikan masalah ini, masukan para pakar yang ada, DPR yang ada, tafsir ini, alternatif ini, mungkin fatwa MA," terang Tjahjo, seperti ditulis Detik.com, Senin, 13 Februari 2017. BDLV/TM

Powered by Blogger.

Popular Posts

Blog Archive